Senin, 17 Maret 2008

show time

Kota Malang siaga 1, gerombolan si Berat beraksi. 167-761, 167-671, 167-176, sudah bosan memburu keping keberuntungan Paman Gober. Gagal maning, gagal maning.
Sekarang mereka merencanakan penculikan.
- Penculikan ?, tanya 167-176.
- Hebat sekali kita.
Tak tanggung-tanggung yg diculik putri kerajaan, yg dikawal Johny English dan Austin Powers. Tempat penculikan di lapangan Rampal, tempat putri lagi nonton festival dangdut. Ada Inul, Anisa Bahar, Minel, Lisa Natalia, Alam.
Suasana meriah sekali, penonton membludak, maklum harga tiket murah meriah. Yg jualan banyak, yg beli juga banyak. Putri duduk di deretan vip di depan sekali. Gerombolan si Berat segera berpencar, menjalankan tugas masing-masing.
Jonhny English siaga. He Knows Nothing.
Austin Power siap sedia. The Spy Who Shagged Me.
Tepat jam 00.00, gerombolan si Berat beraksi. Listrik diputuskan, suasana jadi gelap dan kacau balau. Penonton berlarian kesana kemari, tak tahu arah.
- Sandalku.....
- Awas copet .....
- Heh, pinggirkan tanganmu ..... bukan tanganmu tapi tanganmu
- Siapa yg berdiri di atas pantatku ? Minggir .....
- Tidak lebih dari 5 menit, dan ...

- Sejuta topan badai ......167-761 berteriak-teriak gusar.
- Lho, itu khan kata-kata Kapten Hadock , kata 167-176.
- Iya, sebaiknya kalo ngga bisa smurf pake smurf yg lain yg bisa smurf juga, kata 167-671.
- #$%.....! Masak ndak bisa bedakan, mana Inul mana putri ?
- Abis gelap sih. Jadi ambil yg paling dekat , jawab 167-176.

167-761 marah besar, bermaksud memukul, 167-176 segera berlari, diikuti 167-671. Bertiga berlari-lari ke Timbuktu.
Di tengah jalan bertemu Lucky Luke dengan Jolly Jumpernya, Hey guys, ngeliat dalton bersaudara ngga ?
- Ngga .........

Tidak ada komentar: