K E I K O 1
Yasuka bukanlah manusia bodoh, bila di usianya yang hampir mendekati kepala 4 masih saja menjomblo. Sebenarnya bukan keinginannya tapi mungkin belum ada jodoh yang cocok. Belum ada yang pas.
Sebenarnya Yasuka pernah mengalami first love waktu di High School tapi tidak berlanjut. Waktu itu ia benar-benar jatuh cinta setengah mati pada adik kelasnya, Naomi.
Sampai hubungan mereka kebablasan, Naomi hamil. Yasuka sudah bersikap gentle, ia mau bertanggung jawab dan siap menikahi Naomi. Tapi orang tua Naomi menolak.
- Kalian masih muda, masih anak kemarin sore, belum siap jadi orang tua, kata orang tua Naomi.
Orang tua Naomi memisahkan keduanya, Naomi dikirim ke Amagasaki dekat Osaka, tinggal dengan neneknya. Sebenarnya itu hanya alasan yang dicari-cari orang tua Naomi. Karena sebenarnya di samping menahan malu keluarga, orang tua Naomi juga kurang menyukai Yasuka.
Yasuka tidak bisa berbuat apa-apa. Ia begitu terpukul. Seminggu kemudian Naomi memberi khabar, kandungannya digugurkan. Sejak itu Yasuka tidak pernah lagi mendengar khabar tentang Naomi. Yasuka berusaha melupakan Naomi, tapi ia masih setengah hati untuk melupakannya. Naomi is true lovenya.
Waktu terus berlalu dan 20 tahun kemudian. Yasuka sekarang tinggal sendiri di sebuah apartemen dengan 2 kamar di lantai 19 di kawasan Shinjuku. Menjalani waktu hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun pun berlalu. Sebagai seorang kenchikuka, Yasuka hidup workalcoholik. Bekerja dan bekerja. Waktunya habis dengan pekerjaan, pekerjaan dan pekerjaan.
Apalagi apartemen yang ia tinggali sudah lengkap dengan kissaten, yuubinkyoku, hoteru, cinema 21, fitness centre, swimming pool, yakkyoku, giant dan beberapa ginkoo juga buka cabang di lantai bawah. Semua pekerjaan rumah dikerjakan sendiri. Kalau malas masak ia cari makanan turun ke resutoran di lantai dasar. Cucian tinggal di laundry saja.
Tapi semuanya berubah ketika Yasuka mulai mengenal Keiko. Seorang gadis manis berambut pendek yang bekerja di salah satu genkoo di lantai dasar. Sebenarnya ia sudah lama mengenalnya karena sering bertemu di genkoo tempatnya bekerja.
Bahkan pertama bertemu dengannya, teman-teman Keiko banyak yang bilang ada kemiripan, antara dirinya dan Keiko, seperti kakak adik. Yasuka dan Keiko hanya tertawa.
Sampai suatu sore.
Yasuka bertemu dengan Keiko sedang berjalan di mall. Window shoping. Yasuka mendekati dan menyapanya.
- Konnichiwa…
Keiko agak terkejut, tapi setelah tahu siapa yang menyapa, ia tersenyum.
- Konnichiwa, Yasuka-san, ia membalas.
- Mau kemana ? , kata Yasuka.
- Tidak kemana-mana, window shoping saja. Baju-baju itu bagus sekali, sahutnya sambil menunjuk ke etalase sebuah toko.
- Sendirian, biasanya bersama teman-teman ?, Tanya Yasuka sambil berdiri di sampingnya. Bagus juga bajunya, pasti cocok denganmu.
Keiko tertawa. Yasuka agak tertegun, baru sekarang ia memperhatikan Keiko tertawa. Cara tertawanya mengingatkannya pada seseorang. Ah, sudah lama sekali …...
- Memang bagus, harganya juga bagus, jawab Keiko, kemudian berjalan lagi. Yasuka mengikuti di sampingnya.
- Aku boleh menemani ?, aku juga ingin jalan-jalan, kata Yasuka.
Keiko mengangguk. Keduanya segera berjalan mengelilingi mall.
- Ah, sudah malam, aku harus pulang, Keiko melirik jam tangannya. Hampir jam 8 malam.
- Tenang saja Cinderela dulu baru pulang jam 12 malam, jawab Yasuka.
Keiko tertawa, aku bukan Cinderela, lihat sepatuku, terbuat dari kulit saja bukan kaca.
Yasuka tersenyum.
- Kita makan dulu, terus kuantar pulang, Yasuka menawarkan diri untuk mengantar.
- Tidak usah terima kasih, tempat tinggalku dekat, aku bisa pulang sendiri berjalan kaki.
- Aku memang bermaksud mengantarmu pulang berjalan kaki.
Keiko tertawa, Kau tinggal dimana ?
- Di atas, lantai 19, jawab Yasuka.
- Wow enak sekali ….? Keiko seperti tidak percaya.
- Kalau tidak percaya, kita bisa melihatnya di atas.
- Aku percaya.
Mereka kemudian makan sushi. Yasuka menepati janji mengantar Keiko pulang. Menyusuri trotoar yang masih basah. Tadi gerimis turun sebentar.
- Setiap hari kau lewat sini, tanya Yasuka.
- Iya, aku sudah mengenal jalan ini, trotoar ini.
Sejak itu perasaan Yasuka menjadi lain. Ia selalu mencari kesempatan untuk bertemu lagi dan lagi. Rupanya Keiko mulai menarik perhatiannya. Terkadang Yasuka sengaja menunggu di Food Court saat makan siang. Keiko datang bersama teman-temannya dan Yasuka ikut bergabung di mejanya.
Beberapa kali bertemu, Yasuka memberanikan diri mengajaknya date. Sekedar makan siang atau jalan-jalan di mall sepulang kerja. Atau hanya mengantarnya pulang.
Tak terasa hubungan mereka sudah berjalan sebulan. Walaupun terus terang saja terkadang Yasuka merasa malu sendiri mengingat perbedaan umur di antara mereka yang mencolok, 20 tahun. Tapi Keiko tetap Keiko, dia tak pernah mempersoalkannya. Kadang Yasuka agak mencurigainya apakah ia hanya materialistis atau memang benar-benar serius menjalin hubungan dengannya.
Yang jelas beberapa teman dekat Yasuka mendukung. Bahkan mereka mengatakan adanya kemiripan antara dirinya dan Keiko. Entah serius atau hanya ingin menyenangkan hati Yasuka saja.
Yasuka sendiri merasakan sesuatu - walaupun baru mengenal Keiko tapi seakan-akan ia sudah lama mengenalnya. Keiko dengan cepat belajar mengenal sifat dan kebiasaan Yasuka. Sepertinya ia tahu, semua keinginan Yasuka. Aneh sekali. Yasuka terkadang merasa heran sendiri. Apakah ini hanya kebetulan atau Tuhan memang benar-benar turun tangan dalam jodohku ini, batin Yasuka.
Suatu sore, Yasuka baru saja pulang, Keiko sudah menunggu. Keiko diberi kunci juga agar dapat keluar masuk ke apartemennya. Dan seperti biasa, jika dia datang pasti suasana ruangan menjadi rapi dan tertib.
- Konnichiwa…, sapa Yasuka.
- Baru pulang, kata Keiko.
- Iya aku terjebak macet di jalanan, ada kecelakaan tadi.
Keiko sudah mandi, sudah rapi dan sedang menonton televisi. Keiko menyimpan sebagian pakaian di kamar satu lagi.
- Aku harus mencari tempat tinggal baru secepatnya, kata Keiko.
- Ada apa ? Apa yang terjadi ?, tanya Yasuka.
- Tempat tinggalku sekarang dan daerah sekitarnya akan digusur, nanti di atas tanah itu akan didirikan kompleks apartemen baru, sahut Keiko.
- Padahal sekarang sulit cari tempat tinggal yang murah dan dekat, kata Keiko lagi.
Yasuka menghirup kopi yang sudah disediakan Keiko.
- Sudahlah kau tinggal disini saja, kata Yasuka. Dari dulu sudah kutawari untuk tinggal bersama. Toh masih ada 1 kamar kosong.
- Iya, tapi aku masih malu untuk tinggal bersama.
Yasuka hanya mengangkat bahu. Terserah kau saja. Keiko duduk termangu-mangu.
- Bantu aku dulu mencari tempat tinggal baru, kalau tidak ada baru aku pikirkan lagi tawaranmu, katanya kemudian.
- Ya sudah kau putuskan cepat, kalau tidak aku akan cari orang lain saja.
- Awas ya….. Keiko melempar bantalan sofa ke arah Yasuka.
Selama beberapa hari Yasuka dan Keiko sibuk mencari tempat tinggal baru. Tapi semuanya, ya itu tadi, yang dekat pastilah mahal. Kawasan Shinjuku memang kawasan bisnis.
Akhirnya Keiko menyerah, ia mau pindah juga ke tempat Yasuka.
- Aku nanti boleh pakai mesin cucimu, kata Keiko.
- Boleh, jawab Yasuka.
- Aku nanti boleh pakai kompormu, ya. Aku nanti yang masak.
- Boleh.
- Oh ya, besok pagi ibuku akan datang kesini. Kau bisa mengantarku untuk menjemputnya ke airport ? kata Keiko.
- Boleh, jawab Yasuka. Aku juga ingin bertemu calon mertuaku, lanjutnya sambil tertawa.
Keiko mendelik. Keiko sendiri jarang berceritera tentang keluarganya. Ia hanya bilang seluruh keluarganya kebanyakan berada di Osaka. Ayahnya sudah meninggal waktu ia masih kecil.
( bersambung )
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar