Besok siangnya Yasuka mengantar Keiko ke Narita Airport. Setelah menunggu hampir 1 jam akhirnya ibu Keiko keluar dari Ruang Kedatangan.
Yasuka terkejut ketika bertemu dengannya.
- Yasuka …..?, ibu Keiko tidak kurang terkejutnya.
- Naomi……?
- Jadi ibu kenal dengan Yasuka ? Tanya Keiko yang tidak kalah terkejutnya. Ibu kenal Yasuka dimana ?
- Eh… kami pernah satu sekolah di high school dulu, Naomi mencoba menjelaskan.
Yasuka merasa wajahnya merah terbakar. Kalau Keiko bilang Naomi adalah ibunya dan ibunya tidak pernah menikah lagi, setelah ‘ayahnya’ meninggal. Jangan-jangan Keiko ….? Yasuka buru-buru mengajak Keiko dan Naomi pergi dari situ sebelum mereka jadi pusat perhatian orang-orang.
Dalam perjalanan di atas mobil, Keiko mencecar ibunya dan Yasuka dengan pertanyaan-pertanyaan. Keiko duduk di sebelah Yasuka yang mengemudi, ibunya – Naomi duduk di bangku belakang.
- Bukankah sekolah ibu di Amagasaki ?
- Ibu sempat sekolah disini, kemudian pindah ke Amagasaki, menemani nenek disana, Naomi menjelaskan.
- Kemudian apa yang terjadi antara ibu dan ….., Keiko memandang ke arah Yasuka.
- Tidak…tidak…tidak terjadi apa-apa, ibu hanya surprise saja bertemu dengan Yasuka lagi. Rasanya aneh juga kalau pacarmu teman sekolah ibu dulu, sambil berkata demikian Naomi membuang muka ke samping.
Naomi sengaja menghindari tatapan mata Yasuka dari kaca spion.
Berkali-kali Yasuka melirik ke kaca spion mencari wajah Naomi tapi Naomi sengaja membuang muka, melihat ke luar jendela. Banyak yang ingin ditanyakan Yasuka pada Naomi, tapi ia sendiri bingung untuk menanyakannya. Terlalu complicated.
Jangan-jangan Keiko….., dalam hatinya Yasuka bertanya-tanya. Sesuatu yang ditakutkannya. Bagaimana kalau dulu Naomi membohonginya, kandungannya tidak digugurkan dan Keiko adalah anaknya ? Mati aku kalau hal itu yang terjadi, aku benar-benar adalah manusia bodoh di dunia.
- Kau harus mengatakan yang sebenarnya, kata Yasuka pada Naomi melalui kaca spion.
Naomi tidak bereaksi, ia membuang pandangan keluar jendela. Keiko berganti-ganti memandang ke arah Yasuka dan Naomi. Wajahnya menampakkan rasa penasaran.
- Sebenarnya ada apa bu ? Tanya Keiko pada Naomi.
Naomi tetap diam. Berat rasanya untuk menceriterakan masa lalunya. Tapi akhirnya Naomi buka suara juga.
- Kami dulu pernah berpacaran dan kami ……, Naomi ragu-ragu untuk melanjutkan.
Keiko menunggu, tiba-tiba jantungnya berdetak kencang. Ia merasa ada sesuatu yang di sembunyikan ibunya.
- Terus bagaimana bu, desak Keiko.
- Hubungan kami melewati batas, menyebabkan ibu hamil. Sebenarnya Yasuka mau bertanggung jawab tapi ayah - kakekmu - tidak setuju. Ibu dipaksa pulang, jadi kami kemudian berpisah.
Suasana jadi hening. Mobil yang mereka kendarai terus melaju.
- Bertahun-tahun aku berusaha melupakanmu, Yasuka, tapi sekarang kau muncul lagi dihadapanku dalam bentuk yang lain. Bahkan anakmu sendiri sekarang telah jatuh cinta pada ayahnya sendiri, kata Naomi.
- Jadi kau dulu tidak menggugurkannya ?, Tanya Yasuka.
- Tidak, Naomi menggelengkan kepala. Yasuka katakan sejujurnya apakah kau telah melakukannya pada Keiko ? , tanya Naomi.
- Demi Tuhan, tidak pernah, Yasuka menggelengkan kepala. Sekarang baru aku mengerti mengapa banyak orang yang bilang ada kemiripan antara wajahku dan wajah Keiko. Waktu itu aku hanya berpikir, mungkin ini jodoh kami. Ternyata …………
- Jadi ….? Jadi …..? Keiko tidak sanggup melanjutkan kata-katanya lagi.
Kasihan Keiko, air matanya mengalir deras. Di luar sana matahari semakin terik saja.
November 2005
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar