Minggu, 06 Juni 2010

welirang arjuna

Aku pernah menyatakan keinginanku
untuk membawamu mendaki gunung Welirang
melintas gunung Kembar
mencapai puncak Arjuna
dan turun ke kota Malang.
Kau tak pernah mau ......

Seandainya kau lihat gunung Arjuna,
seperti seorang raksasa gendut duduk kesepian mengawasi kota Malang.
Coba kau bandingkan dengan saudara kembarnya gunung Welirang,
yang selalu ramai di penuhi lalu lalang para pencari belerang.
Gunung Arjuna di kelilingi hutan Lali Jiwo, di penuhi misteri.
Seperti dirimu .......

Bisakah kau lihat,
sebuah rencana, sebuah keinginan tengah kubuat
memenuhi rasa dan cita pada tingginya sebuah gunung
Kau mau ikut atau tidak ...........
(ah.....tak seharusnya kutanyakan karena selalu saja kau biarkan aku pergi
sendiri)

Saat waktu datang mencair, aku takkan mau melewatkan
sebuah pendakian
sebuah gunung
sebuah Welirang
semua mengalir apa adanya sampai puncak Welirang
Aku tahu kau menghela nafas panjang .......

Badai mulai menghadang di lembah kembar
saat itu baru kurasa, keinginan itu tidak semudah membalikkan tangan.
Kita hanya berputar, di kawasan hutan Lali Jiwo
Kau mulai cemas .........

Jalan setapak yang seharusnya ada,
seperti tergambar di peta ternyata tidak selalu ada,
di beberapa tempat sudah hilang.
Cuaca yang semestinya bersahabat,
sepanjang hari hujan berkabut tebal.
Kau mulai cemas ........

Dua hari kemudian,
aku berhasil menembus hutan Lali Jiwo ini
potong kompas selagi sempat ke arah barat
berhasil keluar di Cangar - Batu
Tarikan nafas panjangmu terdengar olehku.............

Depot pertama jadi korban,
Tongseng Baso Ayam Goreng Esteemje Soda Gembira
impian dalam hutan sekarang jadi nyata
Di depan mata men........!
Benar-benar di depan mata !
Aku kegirangan !
Kau kegirangan, cepatlah pulang ................

Tidak lupa,
yang lebih penting dari yang terpenting : r o k o k
jika kehabisan makanan di hutan
masih bisa bikin pecel salad urap
banyak dedaunan muda yang bisa kita lalap
kalau kehabisan rokok di hutan ?
kepala nyut nyut nyut .......
Berhentilah merokok, pintamu.
(Aku akan dan aku pasti dan aku selalu berjanji.)

Di lain waktu, aku rubah strategi
Kau kembali cemas.........

Sekarang aku akan memulainya dari Karang Loh,
mencapai gunung Arjuna dahulu baru turun dari gunung Welirang
Haruskah kau lakukan lagi ?, tanyamu

Pendakian ke puncak Arjuna lancar
walaupun lebih berat lebih terjal.
Kau mulai menghilang..........

Dari puncak Arjuna,
baru aku merasa kesulitan demi kesulitan menghadang
bukanlah perkara mudah
mencari arah ke puncak Welirang
puncak berbatu dan di kelilingi jurang yang terjal
susah payah aku mengikutinya
Dimanakan dirimu, aku mulai mencari
............

Tapi aku salah mengajak teman
mereka ternyata para manusia normal
begitu terperangkap kawasan hutan Lali Jiwo
semua mengeluarkan banyak alasan yang nggak masuk di akal
2 hari lagi ujian lah
adik pacar mau ulang tahun lah
mesti nganter mami ke ondangan lah
alasan inilah
alasan itulah
terpaksa kembali ke jalan yang benar.
Aku disini menunggu, cepatlah pulang .........

Hampir putus asa
Kau tak mengerti............

Kesempatan datang lagi
Kau semakin tak mengerti.........

Rencana semula keinginan semula,
naik kembali dari gunung Welirang turun dari gunung Arjuna
kali ini harus berhasil
Aku berjanji.......

Cuaca cerah,
kali ini aku bersikeras menembus kawasan hutan Lali Jiwo
walaupun rintangan menghadang
untuk mencapai puncak Arjuna
harus merangkak naik melalui tebing-tebing batu terjal.
Berhasil juga.
Kau mulai membisu .............

Dari puncak Arjuna turun, bukan ke arah Karang Loh
tapi melalui perkebunan teh Wonosari - Lawang.
Bicaralah padaku .........

Agak kecewa, tapi itulah yang terbaik
kesempatan itu tidak pernah datang lagi
tidak ada yang mau menemani lagi
(woooh oh wooooh ......
kamu ketahuan ....
pacaran lagi dengan dirinya
teman baikku....
woooh oh oh .........)



220907

Tidak ada komentar: